Belajar dari Ikan Sapu-sapu

•February 9, 2009 • Leave a Comment

Selamat Pagi,
Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapuku meninggal dunia. Sejak saat dia
meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan, lumut
pasti akan bermunuculan di akuarium kesayanganku.
Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak
ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru.

Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku.
Aku berpikir, ini tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan kokiku akan
tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya
menemani mereka.
Ikan-ikan sapu-sapu, bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan
lumut- lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya adalah
lumut dalam akuarium atau kolam ikan.

Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja, kuluangkan waktu untuk
mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam yang
tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya kutemukan satu ikan
sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak indah
dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar.

“Berapa Pak, harganya?” tanyaku pada si penjual ikan itu. “Tujuh ratus
lima puluh rupiah, Mbak,” jawab si penjual itu.
Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung kutapakkan kakiku menuju
rumah.
Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium.
Dengan sigap dan bagai habis lepas dari kurungan ikan itu langsung
meliuk-liuk. Dan … betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca
yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut
tersebut.
Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang mengerumuni ikan
sapu-sapu itu untuk berkenalan.
Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan
dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku ada
waktu.

Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa
ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah …. Tapi
bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh …. tapi kok lain ya?

Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar.
Terus kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang
bagaikan kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus
kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.

Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam
yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam dunianya
sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu.

Aku tersadar …. Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan
bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di sekitar

merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca akuariumku buram
sudah lenyap!
Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali bening sehingga ikan-ikan indahku
terlihat semakin indah. Ikan yang tidak menarik yang kubeli kemarin
dengan harga murah itu telah melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk
itulah ikan itu kubeli, tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini.

Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang
tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini.
Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan
fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, TUHAN
memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan permukaan
kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan
sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.

Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada TUHAN karena merasa aku
tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. TUHAN memakai ikan kecil itu
untuk menyadarkan aku, “KU-ciptakan dirimu bukan untuk hal yang tidak
berguna.
Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-KU, untuk melakukan hal-hal
besar bagi-KU!”
Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil
yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini TUHAN
memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, TUHAN tidak ingin aku
semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini.

Aku berarti bagi-NYA, aku berharga bagi-NYA. Dalam pandangan mata aku
memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal
istimewa yang TUHAN berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat bagi

banyak orang, karena TUHAN yang menganugerahkannya.
Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan
waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari ke
depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah ini.

What does the romantic thigs mean?

•February 3, 2009 • Leave a Comment

Hmm… menurut gw, itu adalah sesuatu yang bisa bikin kita senyum kecil sendiri saat mengingatnya, dan di saat yang sama kita tahu moment itu nggak akan terlupakan seumur hidup. Baru-baru ini gw mengalami sebuah situasi itu secara tiba-tiba di tengah keseharian relationship gw+suami…

Di tengah ke-hepi-an, kegelisahan, dan ke-eneg-an calon mommy and daddy, gw mulai males ngadepin rutinitas kerjaan rumah tangga, boro-boro ngepel dan bersih-bersih, pagi hari aja gw milih buat bergelung kembali di dalem selimut trus ngelanjutin tidur ampe kebangun karena biasanya perut bergolak (campuran antara eneg dan laper) dan kesadaran akan menumpuknya beberapa kerjaan freelance yang ditunda-tunda.

Sama seperti malem itu. Selesai makan malem bareng, suami gw tanpa diminta dia nawarin jasa baeknya buat nyuci piring. Ohooo… saraf pengingat di otak gw langsung bekerja dan tervisualisasikanlah tumpukan piring kotor di dapur yang emang udah dua hari ini nggak tersentuh. Tanpa basa-basi, gw langsung cabut ke kamar dan asyik berkutat dengan internet, sementara kedengeran dari arah dapur suara klontang-klontang piring kotor.

Tiba-tiba kendengeran suara klontang yang agak keras, sama suara “bluk” di tong sampah. Baru deh neuron di otak gw bekerja kembali, diam-diam mempertanyakan apa penyebab suara itu.

FLASHBACK ke 4 hari yang lalu: Tukang daging di pasar dengan senyum manisnya nanya mo masak apa dengan daging-daging dia yang gw beli. Setelah gw bilang masak asem-asem daging, dia dengan baek hati ngasi gratis sebongkah tulang iga sapi yang kalau dimasak pasti jadi kuah kaldu yang… slluuurp…. Malamnya kita makan asem-aem daging yang nikmat, dan panci bekas asem-asem (seperti biasa) gw tinggalin dulu di dapur, sehubungan dengan sindrom malesnya gw.

FLASHBACK ke 2 hari yang lalu: gw baru menemukan panci bekas yang belom dicuci itu dan berniat buat nyuci. Tiba-tiba… yaiks, seekor kecoa menjijikkan binatang yang paling gw sumpahin di muka Bumi ini, nongol di tutup si panci. Wadoooh, makin maleslah nyuci si panci, mana si kecoa asyik berjoget di pinggiran panci. Sore harinya gw nongolin muka ke si panci lagi, si kecoa bodoh itu malah mati tenggelam di dalem kuah asem-asem! Padahal tadi siang dia cuma joget di pinggiran tutup panci, ternyata dia tertarik buat berenang lebih jauh ke dalam panci dan menjemput ajalnya disitu. Ouuurgghh… Gw makin urung buat nyuci panci itu, niatnya mo minta tolong ke suami buat ngambil si kecoa, baru deh gw mau nyuci tu panci. Eh, kelupaan!

Dan tibalah di malam ini, dimana suami gw lagi nyuci tu panci dan kedengeran suara “bluk” yang keras. Alih-alih nengok ke dapur buat menunjukkan rasa simpati, gw milih buat “kabur” dan ketawa-ketiwi sendiri di dalem kamar. Gw yakin suami gw lagi berkutat dengan kecoa mati dan panci yang setelah 4 hari pasti udah berjamur dan busuk. Langsung deh gw tau sumber suara “bluk” itu dari tulang iga gede yang dijatuhin ke tong sampah. Selepas suara itu, sekitar setengah jam baru suami gw nongolin kepala ke kamar.

Sebelom dia buka mulut gw udah ketawa duluan, dia ngomel-ngomel betapa joroknya gw, betapa teganya gw, betapa dia udah terjebak di dapur bersama panci busuk dan kecoa mati terapung. Yang lebih parah lagi, si tulang iga udah ramai diisi belatung-belatung!!!! Sampe dia bersihin tu panci sekitar setengah jam dan udah mo muntah-muntah. Belatungnya merayap di kuah si daging yang udah nggak berbentuk lagi. Kuahnya aja udah jadi kental dan baunya ituuu, amit-amit! Sampe hari ini gw masih bisa nginget bau yang nggak akan terlupakan seumur idup itu. Rasanya kayak jadi ahli forensik yang lagi ngebedah kuburan manusia yang baru mati seminggu. Hihihihi, hebatnya suami gw, dia malah ikutan ketawa geli di tengah omelannya. Dia pikir gw ngerjain dia (padahal emang iya). Gw bsyukurrrrr buanget, bukan cuma karena suami gw yang baek hati ini, tapi lebih karena ga perlu ngadepin si panci busuk penuh belatung itu. Untung dia nawarin jasa pencucian piring di saat yang tepat, hohoho!

Besoknya, isi tong sampah dibuang keluar, ke tong sampah besar di pinggir jalan, biar langsung diangkut ama petugas truk sampah. Gw yakin, si petugasnya juga bakal sama ngomelnya kayak suami gw saat mindahin tu sampah, karena bau bangkainya dari radius 5 meter aja kecium banget, wakakakak! Dan hepilah gw sekarang, nggak ada panci busuk lagi di dapur. Gw ga bisa janji kejadian lucu (buat gw) dan amit-amit ini (buat suami gw) nggak bakal terulang lagi, tapi yang pasti, yang pertama ini cukup untuk gw kategorikan ke sisi romantis dari suami gw. (Huahaha!)

PS: i love u

“Good bye, and good riddance”.

•February 3, 2009 • Leave a Comment

“Good bye, and good riddance”. (good riddance: get rid of something yg unwanted)


Salah satu dialog di film Pursuit of Happyness saat si istri menyuruh Will Smith, tokoh utama dalam film ini, untuk tidak membawa pulang lagi barang dagangan pembawa sial.

Pada masa awalnya, pernikahan mereka sama seperti pernikahan lainnya di seluruh dunia, penuh kebahagiaan, optimisme, dan rasa cinta. Si suami yang tanpa latar belakang pendidikan yang memadai, berusaha bekerja sebagai salesman menjual barang medis yang ternyata di kemudian hari sama sekali tidak laku. Prediksi keuangan mereka meleset, dan tabungan sudah terlanjur ludes saat membeli modal barang-barang medis ini. Perlahan-lahan, pernikahan mulai diwarnai pertengkaran masalah keuangan. Biaya pajak, biaya penitipan anak, biaya transport, dan lain-lain mulai tidak terbayar. Sampai tiba hari si istri mengucapkan dialog di atas.

“Good riddance” di adegan itu menurutku sebuah ekspresi puncak kekesalan si istri terhadap kehidupan mereka, kok ia sampai tega mengucapkan itu pada sebuah sosok suami yang dulu sangat ia cintai? Seolah-olah nggak cukup kata “Selamat tinggal”, tapi sampai ke taraf “Enyahlah”. Secara tersirat, enyahlah bukan pada si barang dagangan yang tidak laku itu saja, tapi juga pada sosok si suami yang di mata si istri “kurang keras berusaha”.

Aku juga nggak tahu, dan di film yang diangkat dari kisah nyata tersebut juga nggak menyebutkan suasana ketika mereka menjalin masa pacaran, apakah keduanya bertemu dalam kondisi “materi orangtua” yang baik? Apa keduanya akhirnya menikah karena “sudah menemukan orang yang pas”? (Pas saat itu baik? Pas saat itu kaya? ) Kenapa sampai akhirnya di masa-masa keuangan yang sulit mereka (terutama sosok si istri dalam film ini) akhirnya harus menyerah dan berpisah? Aku tidak menyebutkan siapa pihak yang salah di sini. Kalau dibilang si istri yang terlalu penuntut secara materi, nggak juga. Ia menghadapi kenyataan sebagai pengurus keuangan keluarga, bahwa tagihan tiap bulan tidak bisa terbayar, dan ia ketakutan menghadapi itu dan masa depan mereka sekeluarga. Bahwa ia sampai harus bekerja subuh sampai malam untuk membiayai tagihan-tagihan itu. Kalau dibilang suami yang salah karena lemah dari segi pendidikan, lemah dari segi berbisnis tapi malah terlalu nekat dalam mengambil keputusan, kurang berusaha dalam mencari pekerjaan atau peluang lain, ya nggak juga. Bagaimanapun sosok Chris Gardner sudah berupaya keras mencari kerja yang lebih baik namun mentok di masalah pendidikan formalnya, dan usaha-usaha seorang suami seperti itu tentu saja wajib dihargai, didukung, dan disupport terus oleh istri, bukannya malah pesimis dan bilang “Tapi menjadi seorang peserta internship program itu merupakan kemunduran dibanding salesman”.

Mungkin harus dibuat Pursuit of Happyness dari segi pandang wanita sebagai pengurus keuangan keluarga dan masalah-masalah yang dihadapi ya, hahaha!

Jadi bagaimana biar nggak terjebak di masalah keuagan suami-istri seperti itu? Menurutku pribadi, yang bisa kita lakukan adalah mengenali pasangan baik-baik sejak awal kenal. Pasti ada ungkapan pesimis orang lain yang bakal bilang “Klise dan naif sekali!” Memang, tapi kalau kata-kata itu dipraktekkan lebih baik, pasti ada hasil yang lebih baik. Mengenali bibit, bebet, bobot. Tahu kondisi pasangan baik dari sifat, kebiasaan baik buruknya, sampai yang tersensitif, yaitu kondisi keuangannya. Tidak hanya kondisi pasangan, kalau perlu, sampai kondisi di keluarga besarnya seperti apa. Dan ini dilakukan saat proses pengenalan, bukan setelah menikah satu-dua hari, lalu terkaget-jaget melihat suami ngelempar kaus kaki di sembarang tempat, kaget ngliat istri bangunnya jam 12 siang dan nggak bisa memasak sama sekali, dsb. Kalau ada juga yang bilang “Ah, awet nggaknya nikah kan bukan dilihat dari lama nggaknya pacaran”. Ya mungkin, tapi nggak pernah ada salahnya mengenal lebih baik sebelum melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, kan? Seperti memilih teman sehari-hari, nggak ada teman yang kita dapatkan dalam waktu semalam, semuanya lewat proses bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Apalagi memilih pasangan hidup yang jelas-jelas bakal jadi roommate seumur hidup, teman satu atap seumur hidup, teman berbelanja seumur hidup, tentu butuh lebih banyak pertimbangan lagi.

“… akan menyertaimu dalam susah maupun senang, dalam sakit maupun sehat…”

Buatku, itulah bunyi janji terindah saat diucapkan di altar, namun juga janji terberat yang pernah, sedang, atau akan dijalani dalam hidup… ^_^

the prayer

•August 8, 2008 • Leave a Comment

BETAPA KUMENCINTAI
SEGALA YANG T’LAH TERJADI
TAK PERNAH SENDIRI JALANI HIDUP INI
SELALU MENYERTAI

BETAPA KUMENYADARI
DI DALAM HIDUPKU INI
KAU SLALU MEMBERI RANCANGAN TERBAIK 
OLEH KARENA KASIH


BAPA, SENTUH HATIKU
UBAH HIDUPKU MENJADI YANG BARU
BAGAI EMAS YANG MURNI
KAU MEMBENTUK BEJANA HATIKU

BAPA, AJARKU MENGERTI
SEBUAH KASIH YANG SELALU MEMBERI
BAGAI AIR MENGALIR
YANG TIADA PERNAH BERHENTI

here we are

•May 9, 2008 • 2 Comments

Photobucket

Hmmm J

Hihihi, sebuah daerah yang “menakjubkan” dan nggak pernah kebayang di otakku sebelomnya. Lima hari sebelum hari nikah kami kemaren, andrew ditarik interview sbg engineer di sebuah perusahaan batubara idamannya (dulu sejak lulus kalo liat lowongan si perusahaan ini slalu digunting, ditimang-timang, dan dikhayalkan, hihihi). Sebenernya dilema, karena lokasinya jauh di ujung Kalimantan Timur, kalo hidup kepisah bertahun-tahun aku nggak bisa. Kalo ikut, berarti karirku yang lagi dibangun di publishing bakal brenti sementara. Kalo nolak tawaran si perusahaan… itu lebih nggak mungkin lagi! J

Jadi, setelah ngelewatin dulu tahap prosesi pernikahan (halah!) yang berbelit-belit dan memusingkan dan mencapekkan, kita putusin buat terima tawaran itu. Andrew berangkat duluan bulan Januari, aku nyusul 3 bln kemudian karena ngurus surat-surat ake nikah, catatan sipil, dan kerjaan dulu. So… now here we are, di Sangatta. Kotanya “aneh”. Kecil banget, tapi rapi + bersih, kalau ke daerah atasnya di daerah namanya Batu Putih, (kemarin kita sempet maen ke rumah CEO ada temu alumni) rasanya kayak lagi di amrik versi desanya, hihihi… bukit-bukit, rumah kayu, kabut, wahh… disini blajar banyak dehh, yang jelas, blajar masak, huwahuwahuwa… buat keep contact dgn jkt, ) kerjaan freelance2 desainku masih jalan. Thank God and thanks to internet (ternyata iklan telkom yang internet masuk desa beneran ada realisasinya lho, hahaha).  As i always said, life’s simple, u make a choice, and never look back.

 

 

 

fsrd 2001-itb

•January 17, 2008 • Leave a Comment

Photobucket

honeymuuun:)

•December 28, 2007 • 2 Comments

Photobucket

REVIEW VENDORS

•December 27, 2007 • 17 Comments

Thanks God, akhirnya sampe juga giliran buat ngereview!!!!Terima kasih banyaaaak buat semua temen-temen weddingku yang udah share crita2nya, dan buat weddingku.com yang emang ngebantu buangeeet buat cari-cari info vendor. Buat kathrinatali, ayo segera menyusul di tempat yang sama! J 

Gedung: Dharmawanita Kuningan- Jaksel, CP: Pak Jasmani, 0215201714

Kapasitas gedungnya sekitar 800 org, pas banget buat undanganku yang 300-350 undangan. Begitu masuk, aku+suamiku (baru calon waktu itu)langsung naksir ama gedung ini, terutama karena lokasi strategis (belakang sentra mulia-rasuna said), atapnya tinggi jadi nggak sumpek, ama harganya yg murah meriah! (Rp 6,6 jt udah ama pajak- per desember 07) Pak Jasmaninya juga baek,cukup responsiflah, ampe kita komplain 1 lampu yg mati aja pas kita kesana lagi udah dibenerin. Recommended! Nilai: 9 

Catering: Alfabet

CP: Mbak Rossi (0815.1412.3798), Mbak Warsih (pic di hari H), Jl. Minangkabau 24 Jakarta

Wah ini catering kita sekeluarga besar ampe speechless dah saking salutnya J Baca-baca di weddingku.com, banyak yg ngomongin ttg catering ini, eh tnyata semuanya bener kok. Wajar kan kita deg2an soalnya kualitas makanan paling utama di resepsi. Mulai dari datang ke tempatnya pertama kali, langsung sreg ama pelayanannya yang ramah (aku+suamiku ngabisin banyak lemper disana,hihihi abis enakkkk), harga2nya jg reasonable. Dan hasilnyaaa…. SEMUA TAMU di pesta bilang makanan ENAKKK BUANGEEEEET! Katanya kombinasi menu pilihan kita bagus, jadi tamu suka smua. Mana testfood kita ampe 5x,smua dianter ke rumah! Di gereja paginya juga snacknya enak-enak. Ck ck ck… Oya, ada 1 betenya, aku+suamiku malem di hotel slese resepsi, kehabisan makanannyaa,huhuhu mungkin saking enaknya ya, jadi yg nyisa cuma cake putih yg ada flanya+cake coklat, aduuh yg ini juga enak banget! VERY RECOMMENDED!Nilai: 10 

Dekor+Pelaminan: Titian Dekor

CP: Pak Sumali (0818.677.434)

Satu lagi vendor yang smua keluarga besar kami, terutama adik iparku puji banget (soalnya adekku ini yang jadi perantara antara keluarga dgn vendor, jadi dia lihat langsung di lapangannya). Nyampe gedung jam 5, sempat deg2an soalnya pelaminan baru jadi dikit krn kehalang ama dekor gedung yang acara kawinan pagi nggak bisa dibongkar krn ujan gede), pak sumali jg lagi panik ngatur anak buahnya, bertanggung jawab buanget deh orangnya, kata adekku. Pas jam 18.00, smua dekor slese, dan cantik hasilnya,hehehe…Mana pak sumali baekk banget, mamaku yg rada2 crewet soal dekor juga smua diladenin kemauannya, kita dapet 2 gate di pintu masuk dan keluar, trus yang paling penting, wall mini deket pintu masuk yang aku mau pasang big poster juga baguss letaknya, banyak banget tamu yg tpesona ama wall ini, ampe denger-denger ada yg mesen minta dibuatin ya pak?Hehehe kapan-kapan mungkin bisa kerjasama, saya bikin poster-poster ilustrasi kawinannya pak?:) Bunga yang di hotel juga cantikkk, thanks a lot buat pak sumali!

Nilai: 9 (hehe maaf ya pak dikorting dikit, lampu kecil di tirai belakang pelaminan kurang kelihatan, ama cat di kayu tempat gantung foto di pintu masuk kurang halus,tapi nggak masalah besar kok) 

Fotografi Prewed +Liputan: Payu Foto

CP: Mas Adi ( 021 87793946)

Jujurnya kita berdua ampe terharu banget ama nikahan ini, hamper semua vendor yg kita pilih buat kerjasama baek-baek dan banyak ngebantu kita bangetttt….Vendor Payu Foto kami dapat di pameran wedding juni 07 lalu, harganya emang agak tinggi tapi krn pameran jd ada diskon lumayanlah.Dan ternyataaa, hasil+cara kerjanya emang TOP banget. Kita pakai prewedding ama payu juga, puas abiss ambil lokasi kawasan sudirman, bisa dapet mulai dr kota lama, stasiun kota, bundaran hi, ampe davinci, ama indoor studio, jadi total 6 tempat, dari pagi ampe malem. Mas Dul+Mbak Nea (prewed) juga baek-baek, mbak nea make upnya oke banget! Kalo pas hari H, kita emang blom dapet hasil retouchnya, tp hasil mentahnya aja dah bagus2. Udah gitu kita nikahan sabtu malem, senen pagi dah dianter ke rumah ama kurirnya, wah secara servis, bagus banget!!!! Hasil album prewed juga banyak yg muji,albumnya keliatan mahaaaaal+eksklusiiif, warna merah marun,ada hardcover+boxnya. Belom lagi foto kanvasnya di gedung,ya ampuuun bagus banget. Buat tim yang turun di hari H ada 5 org, semunya sopan-sopan,baek-baek,  rela nungguin di lobby sementara kita istirahat bentar di hotel,pokonya kita rekomendasiin banget lho payu foto!!!Nilai: 9,5 (Dikorting dikit juga,soalnya mas pengarah gayanya pas hari H kyknya agak grogi, gak bisa spontan ngarahin gaya, hahaha jadi gaya kita ikutan grogi dehh) 

Kebaya: Mas Ivan Pasar Baru (0816.134.8104)

Kebayanyaaaa…. Ampe difotoin banyak orang,hihihi… pas di bridal subuh2 aja saking kerennya jadi difoto juga. Harganya relatif agak tinggi, tapi hasilnya okeeeewwww (bisa langsung diliat di foto nikahan di blogku, www.andrewirene.wordpress.com judul postingnya: KOSTUM FORMALNYA) Ampe agak nyesel napa malemnya gak pake kebaya aja,hehehe, tapi udah niat mo pesta international style sih,jadi pake gaun deh…Mas Ivan baek,hasil kerjanya juga bagus, cuma fitting 1x udah keren hasilnya! Suka ama detail kebaya bawahnya,ada ekor mini jadi pas difoto keliatan panjang…Nilai: 10

PS: berhubung banyak bgt temen2 yg nanyain foto kebayanya, fotonya ada di blog ini juga, di posting dgn judul: KOSTUM FORMALNYA, disitu ada foto prewedding kebaya dari atas sampe bawah :D

Undangan+souvenir: Unocard(021-66600612)

Mm.. klo yg ini gak bisa banyak comment sih soalnya pilih undangan yang udah ada template bentuknya, tapi aku utak-atik sendiri smua jenis huruf,peletakan teks, dsb soalnya klo ngikutin yg udah ada, biasa bangett… ama aku tambahin logo aku+suamiku sendiri. Ini rekanan ama bridal. Kita suka model yg simple+ga pake foto soalnya kalo tar dibuang orang kita gak sakit ati ngliat foto kita di tong sampah,ehehehe, tp banyak juga sih yg bilang bagus. Secara servis, oke-oke aja kok,pokonya jadi+nggak ngaretlah. Sempet bete soalnya lokasi awal di roxymas (deket ama kita) trus agustus pindah ke pluit,huhu jadi jauuuh… Soal souvenir juga, bonus kalender,tapi aku desain sendiri aja cover, ditambahin kemasan kain tile (pesen di ITC ambassador), pita merah marun, ama lukisan karyaku dan temen-temen (Thanks a lot buat temen-temen smua dr FSRD-ITB 2001), baru deh keliatan cantikkk,kalo cuma dr unocard, jujurnya biasa banget…. (krn gratisan kali ya,hahaha)Nilai: 6 

Bridal: Cucu Bridal (021.4514837) Kelapa Gading

Yang paling aku suka dari bridal ini, make upnya buagus!!! Yang kurang suka,  rekanan mobil pengantinnya, kecewa banget sih ama supirnya yang penampilannya lebih kyk supir travel daripada supir mobil pengantinL trus udah gitu pas jam 10 malem kita mo ninggalin gedung,si supir gatau kmana, ampe dicari-cari, diteriakin pake pengeras suara gedung, masa kita pengantin nunggu 10 menit terkatung-katung gitu… Secara pelayanannya cucu, yah lumayanlah, walopun kita agak capek musti kita yang inisiatif ngontak mulu ampe H-1nya…Nilai: 6 

WO+Entertainment+MC: felix n friends CP: Felix (0815.9993237)

1 kata yang aku mo jelasin ttg Felix: orangnya ON TIME sekali J Tiap janjian buat discuss materi hari H, gak pernah ngaret, wah kita hargain banget nih buat Felix…Orangnya komunikatif,klo email cepet dibales, ide-idenya juga oke, apalagi pas opening masuknya,si cowok dari depan,trus si cewek dari pintu masuk, banyak orang yg terpesona, ama tembakan2 confetti+bubblenya okeeeee… MCnya Felix n Friends juga oke+beres smua. Bandnya juga asyik2 aja kok, bagus, secara overall pesta kami sukses berat!!!!Felix n Friends recommended dah!Nilai: 9Buat Felix, keep contact yaaaa,walopun cuma ketemu slama 2 bulan, tapi berkesan,apalagi kita bawel maunya macem-macem,hehehehe J 

Tambahan: Jas suamiku juga banyaaak yang naksir, bikin di pasar baru juga (toko Gaya, yang punya org india namanya Ricky) Dengan harga+hasilnya,puas bangettt, ampe pas hari Hnya aja aku terpesona lagi ama suamiku,ganteng amat,hihihihi (maklum pacaran kelamaan jadi deg2annya udah ilang)

•December 17, 2007 • 3 Comments

Photobucket

•December 13, 2007 • 6 Comments

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket